ANTARA TV | TWITTER | Facebook | SIGN IN
Senin, 21 Agustus 2017

Pasar Kebonpolo Berinovasi Olah Sampah Menjadi Pupuk

| 2097 Views
id PENGELOLA PASAR KEBONPOLO OLAH SAMPAH JADI PUPUK
Pasar Kebonpolo Berinovasi Olah Sampah Menjadi Pupuk
Petugas menunjukkan pupuk organik berasal dari hasil olahan sampah di Pasar Kebonpolo Kota Magelang. (Foto: ANTARAJATENG.COM/dokumen Humas Pemkot Magelang)
Magelang, ANTARA JATENG - Manajemen Pasar Kebonpolo Kota Magelang, Jawa Tengah, berinovasi dalam pengolahan sampah menjadi pupuk organik, baik berupa pupuk padat maupun cair, serta barang kerajinan, kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Magelang Joko Budiyono.

"Ini supaya pasar sehat dan nyaman," katanya  di Magelang, Jumat.

Setiap hari, ujarnya, sampah yang dihasilkan dari aktivitas masyarakat dan pedagang di pasar itu, sekitar satu ton. Pasar Kebonpolo luasnya 3.304 meter persegi di atas lahan 5.645 meter persegi di Jalan Urip Sumoharjo Kota Magelang.

Ia menjelaskan pengelolaan sampah di pasar itu mulai 2010, antara lain menjadi pupuk cair, pupuk padat, dan melalui bank sampah dihasilkan beberapa produk kerajinan.

"Dengan cara itu dapat mengurangi beban petugas kebersihan dalam mengangkut sampah menuju tempat pembuangan akhir. Bisa mengurangi sekitar 30-40 persen," ujarnya di dampingi Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Pasar Kebonpolo Budi Purwoko

Berbagai peralatan yang memadai dimiliki UPTD Pasar Kebonpolo untuk mengolah sampah menjadi pupuk organik, baik pupuk cair maupun pupuk padat. Pihaknya juga memiliki pelanggan pupuk yang telah dikemas tersebut, seperti Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian dan Pangan, serta masyarakat sekitar pasar.

Pemkot Magelang telah menerima informasi resmi pada Agustus 2017 bahwa Pasar Kebonpolo meraih juara 3 lomba Pasar Rakyat yang Sehat, yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Pasar Kebonpolo, satu di antara tiga pasar tradisional besar di Kota Magelang beroperasi setiap hari mulai pukul 05.00 WIB-16.00 WIB.

"Pengolahan sampah pasar menjadi pupuk minimal dilakukan setiap tiga hari sekali, menyesuaikan dengan kondisi sampah yang ada," katanya. (hms).

Editor: M Hari Atmoko

COPYRIGHT © ANTARA 2017


Komentar Pembaca