ANTARA TV | TWITTER | Facebook | SIGN IN
Selasa, 19 September 2017

MUI: Isi Kemerdekaan dengan Merawat Pilar Kebangsaan

| 652 Views
id mui,isi kemerdekaan,merawat pilar kebangsaan
MUI: Isi Kemerdekaan dengan Merawat Pilar Kebangsaan
MUI (ANTARA )
Purwokerto, ANTARA JATENG - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mengajak seluruh masyarakat untuk mengisi kemerdekaan dengan merawat empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

"Mari bersama-sama merawat empat pilar kebangsaan," kata Sekretaris MUI Banyumas, Ridwan, di Purwokerto, Kamis.

Dia juga mengatakan upaya mengisi kemerdekaan adalah bentuk rasa syukur terhadap kemerdekaan itu sendiri.

"Kemerdekaan Indonesia sebagaimana tertuang dalam pembukaan adalah berkah dan rahmat dari Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa," katanya.

Mengisi kemerdekaan, kata dia, juga dapat dilakukan dengan bersungguh-sungguh menciptakan keadilan dan kemakmuran bangsa, sebagaimana amanat para pendiri dan pejuang negeri.

"Mengisi kemerdekaan juga dapat dilakukan dengan memperkuat wawasan kebangsaan dan keagamaan, sebagai satu kesatuan dan tidak dipertentangkan," katanya.

Dia juga mengingatkan bahwa cita-cita kemerdekaan adalah untuk menyejahterakan rakyat.

"Untuk itu pemerintah harus terus menunjukkan komitmen dan upaya untuk menyejahterakan rakyat secara adil dan merata," katanya.

Selain itu, kata dia, pemerintah harus terus berupaya untuk memangkas ketimpangan sosial ekonomi.

"Salah satu upayanya adalah dengan menerbitkan kebijakan yang populis dan berpihak pada rakyat," katanya.

Sebelumnya, Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Jenderal Soedirman, Nana Sutikna, mengatakan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia merupakan momentum untuk mewujudkan cita-cita proklamasi.

"Cita-cita proklamasi seyogyanya difahami dan diperjuangkan dengan sungguh-sungguh," katanya.

Cita-cita dimaksud, antara lain untuk memajukan kesejahteraan umum serta mencerdaskan kehidupan bangsa.

Editor: Antarajateng

COPYRIGHT © ANTARA 2017


Komentar Pembaca