ANTARA TV | TWITTER | Facebook | SIGN IN
Senin, 23 Oktober 2017

Menag: Indonesia Negara yang Sangat Menjunjung Tinggi Nilai-Nilai Agama

| 117 Views
id menag: indfobnesia negara yang sangat menjun jung tinggi nilai nilai agama
Gorontalo, ANTARA JATENG - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat berkunjung di Gorontalo mengatakan agama merupakan perekat semua masyarakat Indonesia yang sangat beragam.

"Agama menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan keseharian masyarakat yang terdiri dari berbagai suku bangsa," kata Lukman pada kegiatan Pembinaan Peningkatan Kerukunan Umat Beragama yang dihadiri seluruh tokoh agama di Gorontalo, di asrama haji Gorontalo, Kamis.

Ia mengungkapkan bahwa negara Indonesia adalah negara yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai agama, apapun etnisnya dibentangan geografis yang luas, agama menjadi perekat semua masyarakat yang sangat beragam.

"Pancasila yang kita kenal, hakekatnya adalah nilai-nilai agama, semua agama memiliki ajaran terkait substansi dan esensi Pancasila," ucapnya.

Semua agama mengajarkan bagaimana agar sesama manusia menebarkan kemaslahatan, rahmat dan kedamaian bagi sesama serta cinta kasih.

"Tidak ada satupun agama yang mengajarkan kita untuk saling menafikan satu sama lain, saling merendahkan dan saling menumpahkan darah," tegasnya.

Ia mengungkapkan, jika ada konflik yang mengatasnamakan agama, tentunya agama hanya dijadikan alat dari kepentingan yang sesungguhnya dari adanya konflik-konflik itu.

"Kepentingan yang ada pada mereka yang berkonflik, kemudian agama dijadikan alat pembenaran," pungkas Lukman.

Oleh karena itu kata Lukman, menjadi tugas seluruh masyarakat, dari para tokoh agama, pimpinan organisasi masyarakat keagamaan dan Kementerian Agama agar mampu mengembalikan substansi dan esensi agama pada kedudukan yang sesungguhnya.

"Saya memberikan apresiasi kepada tokoh agama, dan Kementerian Agama membangun dan menyediakan berbagai sarana dan fasilitas agar kehidupan agama mampu kembali kepada substansi ajaran agama," tutupnya.

Editor: Totok Marwoto

COPYRIGHT © ANTARA 2017


Komentar Pembaca