ANTARA TV | TWITTER | Facebook | SIGN IN
Senin, 21 Agustus 2017

Masyarakat Antusias Sambut Gerakan Stabilisasi Pangan

| 299 Views
id bulog banyumas, stabilisasi pangan
Masyarakat Antusias Sambut Gerakan Stabilisasi Pangan
Sejumlah warga mengantre di stan Bulog Banyumas untuk membeli beberapa kebutuhan pokok. (Foto: ANTARAJATENG.COM/Sumarwoto)
Purwokerto, ANTARA JATENG - Masyarakat di wilayah eks Keresidenan Banyumas, Jawa Tengah, menyambut baik Gerakan Stabilisasi Pangan yang dilaksanakan Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik, kata Kepala Perum Bulog Subdivisi Regional Banyumas Setio Wastono.

Hal itu terlihat dari antusiasme warga terhadap Gerakan Stabilisasi Pangan yang digelar di beberapa lokasi, baik melalui Rumah Pangan Kita, membuka stan saat ada bazar atau pasar murah Ramadhan, maupun di kantor dan gudang-gudang Bulog Banyumas, katanya melalui Kepala Seksi Komersial Bulog Banyumas M. Priyono di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Senin.

Ia mengatakan kegiatan pasar murah Ramadhan yang diikuti Bulog Banyumas untuk menggelar Gerakan Stabilisasi Pangan tidak hanya yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah tetapi juga organisasi kemasyarakatan termasuk majelis taklim.

Bahkan, kata dia, ada salah satu majelis taklim di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, yang secara rutin menjalin kerja sama dengan Bulog Banyumas untuk menggelar pasar murah Ramadhan.

"Kami bersama Majelis Taklim Al Baroqah, Perumahan Bancarkembar, Purwokerto, sejak 12 tahun silam bekerja sama menggelar pasar murah Ramadhan. Terakhir digelar pada hari Minggu (18/6)," katanya.

Lebih lanjut, Kasi Komersial M. Priyono mengatakan selain beras, gula pasir, bawang merah, bawang putih, dan minyak goreng kemasan, pihaknya juga menyediakan daging kerbau untuk dijual melalui Gerakan Stabilisasi Pangan.

Bahkan, kata dia, animo masyarakat terhadap daging kerbau sangat tinggi karena harga eceran tertingginya sesuai ketentuan Kementerian Perdagangan hanya sebesar Rp80.000 per kilogram.

Sementara harga daging sapi di Purwokerto telah mencapai Rp130.000 per kilogram.

"Pada hari Kamis (15/6), kami mendapat pasokan daging kerbau impor sebanyak 1,1 ton, habis terjual dalam satu hari. Pasokan datang pukul 09.00 WIB dan pada pukul 16.00 WIB telah habis terjual," katanya.

Menurut dia, Gerakan Stabilisasi Pangan telah berdampak pada penurunan harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat yang sebelumnya sempat melonjak menjelang bulan Ramadhan seperti bawang putih dan minyak goreng meskipun penurunannya secara bertahap.

Ia mengatakan gula pasir merupakan salah satu komoditas yang paling tinggi penjualannya karena rata-rata mencapai 2 ton per hari khususnya yang dijual di stan Gerakan Stabilisasi Pangan di Kantor Bulog Banyumas dan secara keseluruhan selama bulan Ramadhan hampir mencapai 100 ton.

"Sekarang harga gula pasir lokal di pasaran sudah mulai turun hingga kisaran Rp12.500-Rp13.000 per kilogram. Sementara kami menjualnya Rp12.000 per kilogram sehingga animo masyarakat tinggi sekali," katanya.

Editor: Mahmudah

COPYRIGHT © ANTARA 2017


Komentar Pembaca