ANTARA TV | TWITTER | Facebook | SIGN IN
Senin, 23 Oktober 2017

Kudus Siap Lunasi Tagihan Pengobatan Gratis Capai Rp5 Milyar

| 178 Views
id dkk kudus, pengobatan gratis
Kudus Siap Lunasi Tagihan Pengobatan Gratis Capai Rp5 Milyar
Ilustrasi layanan kesehatan (Foto ANTARA)
Kudus, ANTARA JATENG - Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, Jawa Tengah, siap melunasi tagihan pengobatan dan perawatan gratis di ruang kelas III Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Loekmono Hadi, kata Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan DKK Kudus Mustianik.

"Total tagihan dari RSUD Loekmono Hadi Kudus untuk program kelas III gratis untuk warga miskin di Kabupaten Kudus sejak bulan April-September 2017 nilainya berkisar Rp5 miliar," ujar Mustianik di Kudus, Jumat.

Sementara anggaran yang diusulkan melalui APBD 2017, kata dia, sebesar Rp6 miliar.

Dana sebesar itu, lanjut dia, untuk mendukung pelayanan kesehatan di puskesmas serta membayar klaim tagihan dari RSUD Kudus untuk pelayanan kelas III gratis periode Desember 2016 hingga Maret 2017.

Nilai tagihan dari RSUD Kudus pada periode tersebut, kata dia, mencapai Rp4 miliar.

Pada APBD Perubahan 2017, kata dia, DKK Kudus kembali mengusulkan anggaran sekitar Rp9 miliar untuk melunasi tagihan dari RSUD Kudus sebesar Rp5 miliar.

"Selebihnya, tentu untuk mencukupi kebutuhan dari semua puskesmas di Kudus," ujarnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Loekmono Hadi Kudus Abdul Azis Achyar mengakui untuk program pengobatan gratis di ruang kelas III selama beberapa bulan terakhir belum terbayarkan, mengingat DKK baru menganggarkan lewat APBD Perubahan 2017.

Meskipun ada tagihan yang belum terbayarkan, kata dia, pelayanan kesehatan kelas III gratis di RSUD Loekmono Hadi Kudus tetap berjalan dengan baik.

"Pelayanan di RSUD Kudus tidak terkendala dengan hal itu, termasuk dari tagihan program JKN-KIS juga sudah diantisipasi dengan menyiapkan likuiditas yang cukup," ujarnya.

Setiap tahun, kata dia, RSUD Kudus telah mempersiapkan biaya operasionalnya, sehingga ada tidaknya tunggakan tidak memengaruhi pelayanan di rumah sakit.

Dalam setahun, kata dia, disiapkan anggaran hingga Rp15 miliar, untuk memenuhi belanja obat-obatan, jasa dokter serta biaya operasional lainnya.

Beberapa tahun sebelumnya, kata dia, setiap ada tunggakan atas pelayanan yang diberikan, memang memengaruhi pelayanan di rumah sakit karena saat itu tingkat likuiditasnya belum bagus.

"Untuk saat ini, kualitas pelayanan kesehatan tetap terjaga dan tidak terkendala dengan tagihan yang belum terbayarkan," ujarnya.

Editor: Mahmudah

COPYRIGHT © ANTARA 2017


Komentar Pembaca