ANTARA TV | TWITTER | Facebook | SIGN IN
Sabtu, 24 Juni 2017

KA Pengangkut BBM Menabrak Lori Milik Warga

| 355 Views
id KA pengangkut BBM
KA Pengangkut BBM Menabrak Lori Milik Warga
Ilustrasi - Kereta api pengangkut bahan bakar minyak. (Foto: ANTARAJATENG.COM/Sumarwoto)
Purwokerto, ANTARA JATENG - Kereta api pengangkut bahan bakar minyak dari Cilacap tujuan Tegal dilaporkan menabrak sebuah lori milik warga, kata Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 5 Purwokerto Ixfan Hendriwintoko.

"Berdasarkan laporan yang kami terima, peristiwa itu terjadi siang tadi sekitar pukul 12.30 WIB saat KA pengangkut BBM yang ditarik lokomotif 2609F dengan masinis Ardiyono dan asisten masinis Masturohman sedang melintas di Km 29+200 masuk wilayah Desa Jembayat, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal," katanya di Purwokerto, Jawa Tengah, Senin malam.

Ia mengatakan pada jalur rel Km 29+200 itu ternyata ada sebuah lori milik warga yang terbuat dari kayu sehingga tabrakan tidak bisa dihindarkan.

Menurut dia, lori tersebut terseret sejauh 300 meter atau hingga Km 28+900.

"Informasi yang kami terima, warga setempat sudah bertahun-tahun membuat lori dan memanfaatkannya untuk mengangkut gabah hasil panen ketika tidak ada KA yang lewat," katanya.

Akibat tabrakan tersebut, kata dia, bagian depan lokomotif mengalami kerusakan.

Ia mengatakan kejadian itu selanjutnya dilaporkan oleh Supervisor Objek Vital PT KAI Daop 5 Purwokerto Joko Suminto kepada Kepolisian Sektor Margasari dan lori yang ditabrak telah disita sebagai barang bukti.

"Setelah menerima laporan tersebut, polisi segera melakukan penyelidikan untuk mencari pemilik lori yang ditabrak KA pengangkut BBM itu," katanya.

Lebih lanjut, Ixfan mengatakan penggunaan lori oleh warga di jalur rel itu melanggar Pasal 199 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian juncto Pasal 181 ayat 1 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007.

Selain membahayakan keamanan dan keselamatan perjalanan kereta api, kata dia, penggunaan lori oleh warga di atas jalur rel juga membahayakan diri sendiri.

Editor: Sumarwoto

COPYRIGHT © ANTARA 2017


Komentar Pembaca