ANTARA TV | TWITTER | Facebook | SIGN IN
Selasa, 19 September 2017

Polisi: Perampok Toko Emas Terlatih Menembak

| 5704 Views
id polisi perampok toko emas terlatih menembak
Ilustrasi




"Hal tersebut berdasarkan hasil penyelidikan intensif dan pengakuan beberapa tersangka perampok toko emas yang telah ditangkap beberapa waktu lalu," katanya saat ditemui di Mapolda Jateng di Semarang, Senin.



Ia menjelaskan, oknum pecatan TNI yakni Hendro (45) dan Suryono (40) yang melatih menembak perampok toko emas tersebut diketahui memiliki mobilitas yang tinggi dalam pelariannya dan dikenal sadis serta tidak segan melukai korban perampokan yang melakukan perlawanan.



Menurut Bambang, para tersangka perampok emas yang belum tertangkap masih memegang lima hingga enam senjata api jenis FN dan Revolver sehingga membahayakan petugas yang melakukan pengejaran.



Dalam kesempatan tersebut, Bambang menunjukkan empat sketsa wajah atas nama tersangka Arif, Hendro, Suryono, Yudi, dan foto tersangka Didin dan Warso, para perampok toko emas yang masuk daftar pencarian orang (DPO) pihak kepolisian dan akan disebar ke sejumlah wilayah agar diketahui masyarakat.



"Sketsa wajah dan foto para permapok emas ini kami dapatkan setelah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi serta tersangka perampok yang telah ditangkap," ujarnya didampingi Kepala Sub Direktorat IV Jatanras Ditreskrimum Polda Jateng AKBP Budi Haryanto.



Ia mengharapkan, dengan penyebaran sketsa wajah perampok toko emas tersebut masyarakat dapat membantu kepolisian dalam memburu para tersangka dengan menghubungi nomor telepon Siaga Ditreskrimum Polda Jateng 024-8444709 atau 08126029595.



"Informasi sekecil apapun namun akurat terkait keberadaan para buronan akan tetap kami hargai dan kami berikan jaminan keamanan terhadap pihak yang memberi info," katanya.



Polda Jateng menembak tiga di antara enam anggota komplotan perampok emas yang beraksi di beberapa provinsi dalam suatu penangkapan yang diwarnai baku tembak, Rabu (16/5).



Editor: Immanuel Citra Senjaya

COPYRIGHT © ANTARA 2017


Komentar Pembaca