ANTARA TV | TWITTER | Facebook | SIGN IN
Minggu, 22 Oktober 2017

BPJS Ketenagakerjaan Klaten Targetkan Jaring 900 Perusahaan

| 738 Views
id bpjs ketenagakerjaan klaten, perusahaan
BPJS Ketenagakerjaan Klaten Targetkan Jaring 900 Perusahaan
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Klaten Multanti sedang memberikan keterangan di Kantor Induk BPJS Ketenagakerjaan Cabang Klaten, Senin (5/6). (Foto:ANTARAJATENG.COM/Bambang Dwi Marwoto)
Klaten, ANTARA JATENG - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaaan Kantor Cabang Klaten menargetkan dapat menarik jumlah peserta di wilayah Kabupaten Klaten dan Boyolali pada 2017 sebanyak 900 perusahaan.

"Kami BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Klaten, juga membawahi wilayah Boyolali menargetkan 900 perusahaan dengan jumlah peserta sekitar 53 ribu tenaga kerja," kata Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Klaten, Multanti, di Klaten, Senin.

Menurut Multanti untuk mencapai target tersebut segala upaya dilakukan termasuk kegiatan sosialisasi soal manfaatnya kepada perusahaan-perusahaan untuk mengikutsertakan pada tenaga kerjanya agar mereka mempunyai hak sama dapat terlindungi program BJS Ketenagakerjaan.

"Realisasinya hingga sekarang masih sekitar 180 perusahaan yang ikut program BPJS Ketenagaakerjaan tahun ini," katanya.

Multanti mengatakan BPJS Ketenakerjaan sangat bermanfaat bagi tenaga kerja yang banyak memiliki risiko kecelakaan kerja, contohnya Kantor Cabang Klaten belum lama ini, telah menguruskan seorang tenaga kerja yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja di Malang. Ahli warisnya kebetulan warga di Boyolali yang diurus tanpa mengeluarkan biaya administrasi sedikitpun.

Menurut dia, perhitungan penetapan kecelakaan kerja meninggal dunia ahli waris akan menerima 48 kali gaji untuk santunan kematian, mendapatkan hak ahli waris biaya pemakaman Rp3 juta, santuan perkala totalnya Rp4,8 juta rincian Rp200 ribu per bulan selama 24 bulan. Jika memiliki anak didik perlu biaya sekolah SD akan diberikan beasiswa Rp12 juta.

"Hal ini, manfaat yang diterima ahli waris pada saat tenaga kerja mengalami risiko kecelakaan kerja hingga meninggal duniam" kata Multanti.

Dia mengatakan jumlah perusahaan yang sudah mengikutkan tenaga kerjanya pada program BPJS Ketenagakerjaan di wilayah Klaten dan Boyolali hingga sekarang ada sebanyak 1.953 perusahaan dengan jumlah 96.000 tenaga kerja. Jumlah itu, memang belum berbanding lurus dengan tenaga kerja yang ada khususnya di sektor non formal atau bukan penerima upah.

Jumlah perusahaan yang mengikutkan tenaga kerjanya di Klaten maupun Boyolali rata-rata berskala besar dan menengah, sedangkan skala kecil seperti UMKM dan ritail belum semuanya terdaftar.

Bahkan, lanjut dia, masih banyak sekali contoh-contoh para pedagang dan bekerja bukan penerima upah lainnya termasuk petani yang belum mendaftarkan diri ikut program tersebut.

Oleh karena itu, pihaknya terus meningkatkan sosialisasi ke pasar -pasar dan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) soal manfaat peserta BPJS Ketenagakerjaan. Namun, jumlah pedagang yang ada di Klaten misalnya baru sekitar lima persen yang sudah mendaftarkan diri.

Kendala yang dihadapi selama ini, kata dia, kesadaran masyarakat khusunya bekerja penerima nonupah masih kurang, terkait BPJS Ketenagakerjaan. Mereka sebenarnya sudah tahu keuntungan jika mengikuti program itu, tetapi kesadaran mereka yang kurang. Jika melihat biaya iuran BPJS Ketenagakerjaan sangat minim yakni Rp18.800 per orang per bulan.

Editor: Nur Istibsaroh

COPYRIGHT © ANTARA 2017


Komentar Pembaca