ANTARA TV | TWITTER | Facebook | SIGN IN
Selasa, 24 Oktober 2017

BPJS Kesehatan Magelang Sosialisasi Program Mandiri

| 1285 Views
id Bpjs kesehatan
BPJS Kesehatan Magelang Sosialisasi Program Mandiri
Ilustrasi- BPJS Kesehatan (ANTARA FOTO/Septianda Perdana)
Magelang, ANTARA JATENG - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Magelang, Jawa Tengah, ke warga masyarakat bukan pekerja menyosialisasikan program kepesertaan mandiri.

Sosialisasi digencarkan,untuk mencapai target pada 2019 seluruh penduduk telah mendapat jaminan kesehatan, kata Kepala Kantor BPJS Kesehatan Cabang Magelang, Surmiyati pada acara bersama media di Pendopo Wisata Sepeda Dusun Tingal Kulon, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Sabtu.

Menurut dia, target utama sosialiasi adalah meningkatkan kepesertaan masyarakat dalam BPJS Kesehatan secara mendiri, yakni mereka yang masuk dalam kategori pekerja bukan penerima upah atau bukan pekerja.

"Dalam dua tahun terakhir kami terus menggencarkan sosialiasi agar persentase keikutsertaan masyarakat dalam program BPJS Kesehatan mandiri makin meningkat sehingga per 1 Januari tahun 2019 mendatang target berupa total cakupan dapat terpenuhi," katanya.

Ia menyebutkan persentase masyarakat yang telah tercatat sebagai peserta BPJS Kesehatan di tiga kabupaten/kota wilayah Kantor BPJS Kesehatan Cabang Magelang sudah cukup tinggi, yakni Kota Magelang mencapai 70 persen, Kabupaten Magelang 63 persen, dan Kabupaten Temanggung 61 persen.

Ia mengatakan pihaknya menempuh berbagai upaya agar kesadaran warga untuk mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Kesehatan semakin meningkat, antara lain melakukan sosialisasi ke sejumlah pasar tradisional, paguyuban pedagang dan pedagang kaki lima.

Selain itu, di tingkat kelurahan hingga rukun tetangga (RT) di masing-masing wilayah, program "drop box" di tingkat kecamatan, membuka layanan online care center, menyediakan aplikasi mobile JKN, dan meluncurkan program baru bernama Donasi JKN KIS.

"Hal ini kami lakukan untuk mempermudah masyarakat dalam mendaftarkan diri sebagai peserta baru. Kami berusaha jemput bola terhadap mereka yang tidak memiliki waktu luang atau terkendala masalah jarak tempuh," katanya.

Ia menuturkan berdasarkan data yang ada, dari rasio 100 pedagang, baru lima saja yang terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.

Editor: Nur Istibsaroh

COPYRIGHT © ANTARA 2017


Komentar Pembaca