ANTARA TV | TWITTER | Facebook | SIGN IN
Minggu, 22 Oktober 2017

Berpura-Pura Minta Sumbangan, Polisi Batang Bekuk Tersangka Curanmor

| 331 Views
id polisi batang,bekuk,curanmor
Berpura-Pura Minta Sumbangan, Polisi Batang Bekuk Tersangka Curanmor
Kapolres Batang, AKBP Agung Juli Pramono didampingi Kasatserse AKP Suhadi dalam gelar perkara Curanmor (Foto:ANTARA JATENG.COM/Kutnadi)
Batang, ANTARA JATENG - Kepolisiann Resor Batang, Jateng, melalui operasi rutin selama tiga hari terakhir membekuk seorang tersangka pencurian sepeda motor sekaligus mengamankan kendaraan, lembaran sumbangan yayasan yatim piatu, baju, celana, dan, peci sebagai barang bukti penanganan kasus itu.

Kepala Polres Batang AKBP Agung Juli Pramono di Batang, Senin, mengatakan tersangka, Adi Sofyan (36), warga Kabupaten Indramayu, Jawa Barat itu, ditangkap polisi di rumah kontrakannya di Kota Pekalongan.

"Pencurian yang dilakukan oleh tersangka dengan berpura-pura mengetuk rumah warga untuk minta sumbangan. Akan tetapi, saat pemilik rumah tidak ada maka tersangka membawa sepeda motor curian," katanya.

Ia mengatakan setelah melakukan pencurian, tersangka kabur dengan menggunakan sepeda motor hasil curiannya di halaman kampungnya di Kabupaten Indramayu.

"Hanya saja, kejahatan yang dilakukan oleh tersangka ini sempat terekam `closed circuit television` (CCTV) sehingga kami langsung melakukan penyelidikan sekaligus menangkap tersangka setelah pulang dari Indramayu," katanya.

Berdasarkan keterangan tersangka, aksi pencurian sepeda motor baru dilakukan satu kali.
"Kendati demikian, kami masih terus minta keterangan pengakuan dari tersangka terkait dengan kasus yang dijalaninya. Kami masih mendalami terkait kasus curanmor ini apakah ada keterlibat pelaku lainnya," katanya.

Akibat perbuatannya, kata dia, tersangka akan dijerat Pasal 362 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan, dengan ancaman hukuma lima tahun penjara.

Tersangka mengaku khilaf melakukan pencurian dengan berpura-pura sebagai peminta sumbangan yayasan yatim piatu.

"Kami mencuri hanya untuk sekadar memenuhi kebutuhan hidup saja. Kami khilaf saja," katanya.

Editor: Antarajateng

COPYRIGHT © ANTARA 2017


Komentar Pembaca