ANTARA TV | TWITTER | Facebook | SIGN IN
Selasa, 19 September 2017

12 Pengembang Ramaikan Property Semarang Expo #7

| 446 Views
id 12 Pengembang, Property Semarang Expo #7
12 Pengembang Ramaikan Property Semarang Expo #7
Suasana gelaran "Property Semarang Expo #7" yang berlangsung di Mal Paragon Semarang, mulai 13-24 September 2017 yang diramaikan 12 stan pengembang perumahan, Rabu (13/9) (Foto: ANTARAJATENG.COM/Zuhdiar Laeis)
Semarang, ANTARA JATENG - Sebanyak 12 pengembang perumahan mengikuti pergelaran "Property Semarang Expo #7" yang berlangsung di Mal Paragon Semarang, mulai 13-24 September 2017.

"Gelaran ini sudah yang ketujuh kalinya. Trennya, mulai positif," kata Ketua Panitia Penyelenggara Property Expo Semarang Dibya K Hidayat, usai pembukaan pameran, di Semarang, Rabu.

Ia menyebutkan sebenarnya ada 17 stan yang berpartisipasi dalam pameran perumahan dan properti yang menjadi even rutin itu, tetapi selebihnya stan pendukung properti perumahan.

Para pengembang properti yang berpartisipasi dalam pameran tersebut, antara lain Citra Sun Garden, Graha Padma, Kini Jaya Indah, serta pengembang apartemen, yakni Candiland Apartment.

Dari penyelenggaraan dua pameran sebelumnya, kata dia, potensi penjualan properti yang dipamerkan terus meningkat, dibandingkan empat kali penyelenggaraan pameran yang sebelumnya lagi.

"Ya, ada pencapaian target dari dua kali pameran sebelumnya. Makanya, kami optimistis para pameran ketujuh ini juga sama, mencapai target yang diinginkan," kata Direktur PT Kini Jaya Indah itu.

Dibya menyebutkan dua kali pameran sebelumnya mampu menjual rata-rata 56 unit sehingga pada pameran kali ini ditargetkan setidaknya 70 unit properti dari berbagai pengembang bisa terjual.

"Dua kali pameran sebelumnya sudah bagus, 56-an unit terjual. Memang, pada pameran kali ini pangsanya menengah ke atas. Harga yang ditawarkan untuk properti Rp400 juta ke atas," katanya.

Diakuinya, segmentasi konsumen menengah ke atas dengan menengah ke bawah berbeda dalam membeli properti karena masyarakat menengah ke bawah membeli rumah pasti untuk ditinggali.

"Kalau segmen menengah ke atas kan lebih untuk investasi. Mereka bukan orang Semarang, tetapi punya bisnis di Semarang. Ya, mereka beli rumah juga di Semarang untuk investasi," katanya.

Pada penyelenggaraan Property Semarang Expo yang sudah ketujuh kalinya itu, lanjut dia, ada pula konsumen dari luar Semarang yang membeli properti meski kebanyakan memang dari Semarang.

Mengenai bisnis properti, Dibya menjelaskan selama ini masih menjadi salah satu bisnis paling yang aman dan menjadi penyumbang pajak yang cukup besar bagi pendapatan negara.

"Makanya, kami mengharapkan dukungan pemerintah untuk memberikan stimulasi khusus untuk properti, misalnya dari Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang bunganya diperingan," katanya.

Meski "fixed rate" atau rentang suku bunga tetap sudah agak diperpanjang hingga tiga tahun, lanjut dia, suku bunga KPR masih mencapai 9,99 persen, padahal idealnya di kisaran 7,5 persen.

Editor: Achmad Zaenal M

COPYRIGHT © ANTARA 2017


Komentar Pembaca